Make your own free website on Tripod.com
 
a.
Penggeledahan rutin dilakukan terhadap Tahanan yang melewati pos pengamanan.

1)
Apabila yang digeledah hanya satu orang, langkah-langkah yang dilakukan:


a)
Memerintahkan Tahanan yang bersangkutan mengambil posisi sedemikian rupa sehingga pada waktu dilaksanakan penggeledahan tidak bisa melakukan perlawanan terhadap petugas yang melakukan penggeledahan, yaitu dengan cara memerintahkan membuka kaki paling sedikit selebar 60 cm, mengangkat kedua tangan keatas dan membungkukan badan kedepan.


b)
Melakukan penggeledahan dengan teliti, dimulai dari kepala sampai ke kaki Tahanan yang bersangkutan.


c)
Apabila diperlukan penggeledahan dapat dilakukan dengan memerintahkan Tahanan yang bersangkutan untuk bertelanjang bulat di dalam kamar tertutup.


d)
Jika dipandang perlu penggeledahan dapat dilakukan sampai ke rongga mulut dan anus.

2)
Apabila Tahanan yang digeledah lebih dari satu orang, langkah-langkah yang dilakukan:


a)
Meminta bantuan kepada petugas lain untuk mendampingi penggeledahan (satu orang menggeledah dan satu orang lainnya mengwasi).


b)
mengatur jarak antara Tahanan yang satu dengan yang lainnya sedemikian rupa sehingga tidak dapat saling berhubungan atau mengirimkan/memberikan barang-barang yang dibawa oleh Tahanan yang bersangkutan.


c)
Melakukan penggeledahan satu persatu dan memisahkan antara Tahanan yang sudah digeledah dengan yang belum.

3)
Apabila dalam proses penggeledahan ditemukan barang terlarang, petugas pengamanan segera melaporkan kepada Karupam/KPR.

4)
Apabila Tahanan yang digeledah adalah wanita maka harus dilakukan oleh petugas wanita di dalam ruangan tertutup.

5)
Apabila tidak terdapat petugas wanita, penggeledahan dapat dilakukan oleh istri petugas atau orang lain yang ditunjuk oleh Ka Rutan.
b.
Penggeledahan rutin bagi Tahanan yang mengikuti Bimbingan Kegiatan:

1)
Memeriksa semua Tahanan yang keluar atau masuk kedalam bengkel kegiatan kerja, dengan mencermati barang-barang berbahaya masuk kedalam kamar hunian yang dapat diperkirakan timbulnya gangguan kamtib.

2)
Jika dipandang perlu penggeledahan dapat dilakukan dengan membuka seluruh pakaian/perlengkapan lainnya (yang diduga sebagai tempat menyembunikan benda terlarang) di dalam ruangan tertutup.
c.
Penggeledahan rutin terhadap barang/makanan dan kendaraan.

1)
Melakukan penggeledahan barang/makanan yang masuk ke Rutan dengan cara meneliti dengan cermat agar barang/makanan tidak dijadikan sarana penyelundupan barang terlarang, antara lain:


a)
Membuka dan memeriksa barang/makanan yang dibungkus dalam kemasan (misalnya rokok, sabun, odol, minyak rambut, sandal, sepatu, mie instant dan lain-lain).


b)
Membelah bahan makanan yang diduga memuat barang terlarang didalamnya (misalnya buah-buahan, roti, gula, nasi, setiap makanan kemasan dan lain-lain).


c)
Mengaduk atau mengkocok makanan yang mengandung air (misalnya bubur, minuman, dan lain-lain).

2)
Memeriksa setiap kendaraan yang keluar-masuk Rutan baik kendaraan dinas maupun lainnya, dengan memeriksa muatan dan bagian-bagian yang dapat digunakan sebagai tempat menyembunyikan orang/barang.
PROSEDUR TETAP - KPR